[LBM TECH] Mendorong Pengembangan Energi Ramah Lingkungan, LBM Berinovasi dengan Teknologi Daur Ulang untuk Mencapai Pemulihan Material Katoda yang Efisien


Waktu rilis:

2024-07-25

Dalam konteks industri baterai global yang bergerak menuju ekonomi sirkular, LBM mengadopsi proses daur ulang material menggunakan metode pyrometallurgy. LBM berhasil mengembangkan "Regeneration 1" ZL301 yang baru-baru ini diluncurkan secara global. Inovasi ini memberikan solusi efisien untuk pemanfaatan kembali baterai lithium bekas.

Dalam konteks industri baterai global yang bergerak menuju ekonomi sirkular, LBM mengadopsi proses daur ulang material menggunakan metode pyrometallurgy. LBM berhasil mengembangkan "Regeneration 1" ZL301 yang baru-baru ini diluncurkan secara global. Inovasi ini memberikan solusi efisien untuk pemanfaatan kembali baterai lithium bekas.

Tantangan Daur Ulang Baterai Daya Bekas
Sejak 2014, industri kendaraan energi baru berkembang pesat, diikuti dengan peningkatan kapasitas baterai daya terpasang yang juga tumbuh cepat. Kondisi ini mendorong lonjakan kebutuhan bahan baku utama baterai lithium dari tahun ke tahun, membuat masalah kekurangan pasokan semakin terasa. Berdasarkan data statistik, China sebagai pasar dengan permintaan sekaligus pemasok baterai lithium terbesar di dunia diperkirakan akan membutuhkan 1,064 juta ton Lithium Carbonate Equivalent (LCE) pada tahun 2024, naik 8,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, dari sisi produksi sumber daya, China justru berada di posisi bawah secara global dan menghadapi kesenjangan pasokan yang besar. Situasi ini mendesak perlunya membangun sistem pasokan bahan baku yang berkelanjutan.

Selain itu, seiring dengan meningkatnya produksi kendaraan energi baru, jumlah baterai daya yang tidak lagi digunakan juga terus bertambah. Berdasarkan perkiraan masa pakai baterai daya selama 5-8 tahun, baterai dari kendaraan energi baru yang diproduksi pada periode awal kini mulai memasuki masa akhir pemakaian. Gelombang besar baterai bekas diperkirakan akan terjadi pada 2025-2026, dengan total volume limbah yang diprediksi mencapai 3 juta ton pada tahun 2030. Baterai daya bekas ini mengandung sejumlah besar logam berat dan zat kimia yang, jika tidak dikelola dengan baik, berpotensi menyebabkan polusi serius pada tanah dan sumber air.

Penelitian menunjukkan bahwa logam berat seperti kobalt, litium, dan nikel dalam baterai daya bekas dapat dipilah, didaur ulang, dan dimanfaatkan kembali di bidang penyimpanan energi serta pembangkit listrik. Oleh karena itu, mendorong daur ulang yang aman, pengolahan ramah lingkungan, dan pemanfaatan kembali yang terstandarisasi secara efektif telah menjadi fokus utama industri. Banyak negara dan wilayah telah menerbitkan kebijakan serta peraturan untuk mendukung dan mengatur proses daur ulang baterai bekas. Sebagai contoh, "EU New Battery Regulation" dan "China Interim Measures for the Management of Recovery and Utilization of New Energy Vehicle Power Battery" bertujuan mempromosikan transformasi ramah lingkungan dalam industri baterai.

Inovasi Terobosan LBM pada Teknologi Daur Ulang
Dalam beberapa tahun terakhir, LBM secara aktif mendukung pengembangan industri energi baru yang berkelanjutan dan dapat didaur ulang. Berfokus pada penelitian teknologi canggih dalam pemanfaatan baterai daya bekas dan memproduksi material Lithium Iron Phosphate (LFP) hasil daur ulang dengan kinerja tingkat tinggi.

Saat ini, terdapat tiga metode utama dalam proses daur ulang baterai listrik: pyrometallurgy (proses pemanasan), hydrometallurgy (proses pelarutan dengan cairan kimia), dan metode mekanik-fisik (pemrosesan secara mekanis). Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Di antara ketiganya, metode hydrometallurgy paling banyak digunakan karena cocok untuk berbagai jenis baterai, biaya peralatannya lebih rendah, konsumsi energinya lebih kecil, serta memiliki tingkat pemulihan material yang tinggi.

Selain secara aktif mempromosikan inovasi dalam metode hydrometallurgy , LBM juga menjadi pelopor di industri dengan mengadopsi metode pyrometallurgy, berhasil memproduksi material katoda daur ulang yang memenuhi standar pasar. Metode pyrometallurgy unggul dengan siklus produksi yang lebih singkat dan tingkat pemulihan material yang lebih tinggi, menjadikannya salah satu keunggulan teknologi milik LBM.

Produk terbaru "Regeneration 1" ZL301 menggunakan metode pyrometallurgy, dengan teknologi pemisahan selektif dan pembakaran regeneratif, berhasil menghidupkan kembali material bekas. Data pengujian menunjukkan bahwa ZL301 memiliki kapasitas pelepasan 0,1C sebesar 157,2 mAh/g dan kerapatan serbuk mencapai 2,44 g/cm³, dengan performa yang sebanding dengan material baru. Selain itu, produk ini juga menunjukkan stabilitas siklus luar biasa, di mana kapasitas pelepasan meningkat seiring bertambahnya masa pakai. Dalam aplikasi nyata, ZL301 dirancang khusus untuk pasar penyimpanan energi ekonomis, mampu secara signifikan mengurangi biaya operasional pelanggan, serta memberikan manfaat ekonomi yang unggul.

LBM terus berinvestasi dalam penelitian teknologi daur ulang baterai lithium bekas. Ini bukan hanya wujud nyata dari komitmen terhadap pengembangan berkelanjutan, tetapi juga bukti tanggung jawab LBM dalam melindungi lingkungan, menghemat sumber daya, dan menjalankan tanggung jawab sosial. Melalui upaya ini, ketergantungan pada sumber daya tambang baru dapat dikurangi, sekaligus menekan dampak buruk dari baterai bekas terhadap lingkungan. LBM bertekad untuk berkontribusi pada pengembangan hijau industri baterai dan berharap dapat bekerja sama dengan mitra untuk bersama-sama menuju masa depan energi bersih yang lebih makmur.


Pesan

Ada yang bisa kami bantu?

Terhubung dengan kami!

%{tishi_zhanwei}%

Hak cipta©2024 Changzhou Liyuan New Energy Technology Co., Ltd. Semua hak dilindungi undang-undang.